Sabtu, 05 Oktober 2013

its time to let Mbak Nur go

*masih sembab*
Mbak nur, pembantu gue udah tiga tahun belakangan akhirnya harus pergi. Bukan keinginan siapa siapa, tapi kondisi dia harus mencari pendapatan lebih besar demi keluarganya lah yang bikin dia memutuskan untuk ke malaysia. Gue ga pernah nangisin pembantu pergi, tapi kali ini tears stream. Selama ini pembantu yang paling sering nyolotin gue, marahin gue, itu cuma dia, kadang benci nya masyaAllah, kadang kalo dia lagi baik yaudah unyunya juga masya Allah. Dia ngebantuin segala urusan rumah tuh tulusnya sampe tuluuuuuus banget. Gue sering ngerasa bersalah karena sesering itu bikin dia dirumah sendirian. ihiiiikkkkk kasian temenannya cuma sama ikan. ikannya mati lagi dalam waktu sebulan.


Persis seperti lagu di atas, kita kadang suka lupa kalo seseorang itu berarti banget sampe suatu saat kita kehilangan dia. Pesannya: jangan sampe kejadian lagi deh ga mensyukuri kehadiran orang, lalu sesal kemudian :")

Sabtu, 10 Agustus 2013

How we define love.

Look at these two story:

Which one is love?

There is a couple of a girl and boy. People said they were in love. Each them, without denying, agree with that mass mindset, but keep it on the deepest of their heart -ups- Brain.
At first, they just close friend. Time flies, growth another feeling, causes an awkward conversation, an untold jealous, mellow or so on. Beside those negative effect, they feel an addicted happiness every time they heard people mention their 'couple' name. People said, they were in love, untold one.

Or

There is a pair of friend, of a girl and a boy. No one said they were in love but they self, silently, even sometimes they not pretty sure with what they feel. They forget any other expression but smile every time they meet. Burst of happiness is a phrase defined what they feel every time they faced each other. Two third hours always flies fast for their exciting conversation. Not like the first story, there is no jealousy or another mellow effect, both them just feel happy every time they kills time together, just it.

Which one is love?

Since I'm a newbie on love world, maybe it's too early for me to answer, but let me try. Love is about happiness, at least it what psychologytoday.com have said. For me, both of story could be defined as love, with different type, they brings happiness with a different way. The first story dominated by the romantic side, but the second one lean to "friendship" side -I don't have any other words to define.
What I really want to say with this post is, whatever the kind of your love story, noted yourself that love is just as simple as another brain activity. It’s same with anger, hate, excited, etc. Don't to be wholehearted or too serious when it comes to you. Love is just about hormone called oxytocin, the longest one last maximum 5 years since first explosion. By the facts, I want to remind you, and also myself, to not response it stupidly. If the oxytocin works too excellent, talk to yourself that just a hormone that going to be neutral soon, as I mention above, love just as simple as other brain activity. So you'll not undergo blind love which will successfully kill your rationality. 
Happy trying! :D 

Selasa, 11 September 2012

ternyata kita sama!

Haha , ini cerita tentang job nyanyi dari Paragita yang lagi gue geluti sekarang sampe seminggu kedepan.
Job kali ini adalah sebagai choir nya Mba Aning katamsi di acara HUT Hotel Indonesia.
pertama kali gue ditawarin, gue kira ini job biasa, ternyata.........

Latihan perdana diadain di daerah darmawangsa, kebayoran. Gue dan 4 orang anak pargit laennya dateng duluan, manyun manyun di lantai dasar studio. Bosen manyun, gue pun solat di musolah yang ada di lantai 4. Abis solat gue balik lagi ke lantai dasar daaaaaaan

gue kaget

tetiba ada AB3

Lima menit kemudian muncul Titiek Puspa

Muncul lagi Ariyo Wahab

Muncul lagi Bob Tutupoli

gue yang masih sangat norak ini bilang ke Mba aning Katamsi, " Mba, kalo kayak gini mah aku rela latihan jauh jauh tiap hari " haha .

Sepanjang nunggu latihan dimulai, kita ketawa ketiwi ngedengerin cerita nya Eyang titiek puspa. Di tengah cekakak cekikik itu tetiba muncul juga Agnes Monica.

demiapa doi item banget

Kemudian mulai lah kami latihan.....

Si artis artis itu sebagai pemain drama musikal dan dalam beberapa lagu kami yang mengiringinya.
Pas bukan sesi Pargit yang nyanyi, gue memutuskan untuk makan makanan yang udah disediain panitia yang ada di lantai dasar.
dan disana gue ketemu........

Once!

HAHAHA korsi sebelahnya kosong! fix banget gue langsung duduk disitu dan memulai aksi gue yang SKSD. Ngebahas ILUNI FH dilanjut sama cerita kekonyolan dia jaman kuliah.
Dia bilang kalo pas jaman mahasiswa dia punya band. Kocaknya nama band itu selalu berubah ubah mengikuti perubahan issue yang lagi In. misal :
 Cacu dipecat Band
Minggu depannya lagi
 Sesungguhnya presiden soeharto sudah lelah memerintah dan akan segera Band

Huhuuy
kalo dipikir lucu juga idup gue
anak kampung yang dulu setiap sore berenang disungai musi bisa ketawa ketiwi ama ertis. haha
ternyata kita sama aja, sama sama manusia, sama sama makan nasi ayam pemberian panitia, cuma beda bidang fokus aja.
haha


Senin, 06 Agustus 2012

Terlalu tiba tiba

Hari ini hari yang aneh.
Bertemu orang aneh.
Yang menatapku dengan aneh.
Tajam, menusuk mata, menginterogasi.
Biasanya, senyum ku sangat mudah kulemparkan kepada siapa saja
Bahkan kepada ibu yang tak sama sekali ku tahu di sebelah tempat wudhu ku.
Tapi dia , gadis berwajah cina yang memegang tiang kereta,
Ia berbeda.
Aku rasa aku mengenalnya,
Mungkin ia pun rasa.
Tapi kami sama sama kelu, mungkin malu.
Dan pada akhirnya pintu ke stasiun pemberhentianku terbuka.
Seketika aku teringat
Kau gadis pemalu anak bungsu tetangga ku yang dulu,
Tetangga 6 tahun yang lalu.

Kamis, 12 Juli 2012

aku, ayah, dan titik terendah

Pernahkah kamu merasa sedang berada dalam titik terendah? Titik dimana kau merasa sebagai orang paling tidak berarti, tak dapat dipercaya, bahkan oleh dirimu sendiri.

Bisa dikatakan, begitu lah keadaanku sebulan yang lalu. Sebulan yang menyadarkan ku betapa aku telah jauh dari perintah Allah yang tertera dalam ayat perdana nya.


Entah sejak kapan aku merasa telah terlalu lama membiarkan buku bukuku bersatu dengan debu. Kondisi yang tak kalah menyedihkan dengan ketajaman analisisku yang semakin lama semakin tumpul -mungkin saja berkarat-.

Sedari dulu, ayah tetaplah guru yang terbaik untukku. Bersaranakan telpon pintar, dua jam kami berbincang, mengenai banyak hal, rasanya campur aduk. Ayah bilang, buku itu ibarat api yang siap menghangatkan pikiran agar mampu bekerja dengan baik. Apabila ada yang salah dengan kemampuan analisis ku, itu artinya aku sudah jauh dari api itu.

Kata kata ayah aku akui benar. Buku telah menjadi sesuatu yang asing bagiku , mungkin karena aku telah menemukan sahabat baru bermerk asus yang setiap hari tersimpan rapi dalam tas ransel ku. Mungkin juga aku telah terlalu sibuk memikirkan hal yang tidak penting lainnya, yang merampok ruang dalam otakku sehingga aku lupa bahwa ada kebutuhan yang telah aku acuhkan.

Liburan membuat semuanya membaik. Mesin pun dipanaskan kembali. Titik terendah perlahan menanjak naik. Wahai buku yang terpojok putus asa di ujung lemari sana, bersiaplah, bahagialah! :")