Sabtu, 31 Desember 2011

Sigur Rós | Sæglópur (Official Video)

Apalah arti sebuah nama

Yaak, judul yang tepat untuk menggambarkan kondisi gue yang memiliki berbagai nama sejak kecil. Menurut gue, nama itu sebenernya.. penting ga penting sih. Ketika orang menyebut sebuah “ kata “ dan lo merasa terpanggil, maka itu adalah nama. Dari kecil, banyak banget nama yang orang orang kasih ke gue. Tapi Sebelum bahas nama nama palsu gue, perkenalkan dulu nama asli gue, Syarifah Camila Bani Alawia Baraqbah.

Ø Syarifah adalah gelar bagi orang orang alawiah yang ayah dan ibunya juga berasal dari golongan Alawiah.

Ø Camila itu diadopsi dari kamilah, artinya kesempurnaan.

Ø Bani Alawiah adalah sebuah keluarga keturunan Ali bin Abi thalib melalui Rahim Fatimah Azzahra dan dilanjutkan oleh Imam Hussain teruuus kebawah sampe ke kakek kakek gue yang hijrah ke Indonesia.

Ø Sedangkan Baraqbah adalah marga gue, jadi di dalam bani alawiah itu terbagi suku suku kecil lagi, naah suku suku kecil itulah yang membentuk marga. Selain baraqbah, marga yang tergabung kedalam Bani Alawiah adalah Assegaf, Alatas, Shahab, Al – Jufri, Mulahella, banyak deh, sekitar 130an. Tapi ga semuanya hijrah ke Indonesia.

Jadi sebenernya nama gue itu Cuma berat di gelar ama nama keluarga. Menyadari hal itu, Ummi abah gue akhirnya memutuskan nama yang cukup simple untuk di pakai dirumah,“Mia”. Pas jaman gue umur 4 tahunan, gue di panggil "meong" sama tetangga tetangga gara - gara kolor gue selalu gambar kucing. *waktu kecil gue selalu pake kolor doang plus sepatu boat kalo kemana mana*

Waktu SD, gue dipanggil si tomboy sama temen temen SD pas di Bangka Belitung. Itu karena pas gue jadi ketua kelas, kerjaan gue bawa bawa penggaris buat ngegaplok temen gue yang brisik waktu ditinggal guru. Haha istigfar deh kalo inget kejadian itu.

Waktu smp, gue dipanggil “Mak Geng” , gara gara itu gue jadi ketua kelas lagi yang isinya reman reman sekolah. Waktu kelas 1 semester 2 gue pindah ke Jakarta, naah dapet panggilan baru lagi! Gue dipanggil “hakim” sama si Aldi dan Panji. Yaa semoga aja kejadian :P Oh iya, pas SMP kelas dua, gue sekelas sama Militus, anak Bima super item dan bertubuh kecil serta bersuara cempreng. Dan sialnya gara gara dia , gue jadi dipanggil “wanita berkumis” ama anak2 cowok sekolah. Kalo di klub basket gue , gue dipanggil ONTA karena pas tanding, mereka pernah ngeliat nyokap gue yang masih arab banget mukanya.

Pas sekolah di SMA 80 jakarta, gue masuk kelas x-7. Di kelas ini, “ CEmil “ menjadi panggilan resmi gue. Mau protes ga bisa, karena sudah terlanjur dipanggil gitu. Dari kelas ini lah, nama “Cemil “ berasal, dan pada akhirnya satu sekolaan manggil begitu. Kalo dia tegaan, nama gue berubah jadi cemilan, kalo ga tegaan sih manggilnya jadi “ CAmil “ , better lah ya. Oh iyaa, pas pertengahan kelas 10, gue pake jilbab dan mengagetkan semua temen temen gue. Jadilah gue dipanggil Bu Haji.

Pas pindah ke SMA 14, nama gue tetep camil, tiba tiba gue jadi geli aja kalo dipanggil mila, kesannya gmana gitu.. Naah di 14 gue masuk kelas Sos 3, disini gue sering dipanggil “ummi” mungkin karena sifat keibuan gue *ihiiiyy*. Anak anak gue banyak disini, ada si Thaul, Ina, asti, ica, Inez, manda, ninis, ocep, qdoets, dll.

Di UI, ga ada lagi temen yang nyiptain nama baru buat gue. Semuanya diambil dari nama nama masalalu. Setiap ada yang nyebut “cemilan” , gue nengok. Setiap bu fully menyebut “ hakim “ , gue pun merasa terpanggil. Dan tiap ada yang manggil onta, gue pun langsung nyaut, “ ya?”.

Tuh kan, intinya nama itu bukan cuma apa yang tertulis di akta kelahiranl lu.. Nama yang di akte itu cuma mempermudah proses hukum kita, itulah sebabnya jaman dulu orang gampang banget ganti nama, sakit dikit, ganti nama, kayak kisahnya andrea hirata.

Tapi dibalik semua ini, sebuah nama bisa jadi sangat berarti ketika namamu menghiasai mana belakangku #eh


Jumat, 30 Desember 2011

Refleksi Akhir tahun

Sebentar lagi tahun akan segera berganti, memberikan 365 lembaran polos untuk ku isi dengan berbagai warna kehidupan yang baru. Mungkin dengan obsesi obsesi menyebalkan, mungkin dengan cinta, mungkin pula dengan persahabatan dan keluarga. Tahun 2011 memberi arti sendiri bagi ku. Dari januari sampai hari ini, semuanya seperti timeline yang setiap cm nya memberiku pelajaran menuju kedewasaan. Duabelas bulan yang fluktuativ, turun curam di awal, naik dipertengahan, dan turun sedikit di akhir akhir nya. Semuanya tercatat dalam diary ku.

Januari
Bulan liburan. Abah mengajak sekeluarga untuk tinggal di sukabumi beberapa hari. Abah mengajak kami menyusuri gunung gede, menginap disana tapi gagal karena hujan. Di jakarta, tepatnya di Mabit NF mampang, masih berlangsung departemen matematika. Disini aku mendapat keluarga baru ( keluarga nyamuk ) yang sampai sekarang masih akrab dibanding departemen departemen lainnya. Ada Babeh Nyamuk ( kak Doloy ) yang setiap hari galau karena enyak ( kak *Sensor* ) meninggal ke gaplok tangan sendiri. Ada Dennis yang semakin kurus, ada Ardi yang semakin pendiam, ada Iffah, farah, dan revi yang semakin akrab dengan Aku dan pembantu ku karena sering masak bersama dirumah. Jasa Babeh nyamuk sungguh lah besar, dia rela mengajarkan ku yang ( maaf ) sangat lemah matematika ini dari jam 9 Pagi sampe jam 9 malam. Pada akhirnya, nilai matematika ku pun meningkat lumayan signifikan.


Februari

Masa paling kelam di tahun 2011. Malas aku bahas.


Maret
Masalah di bulan februari masih berlanjut.


April
Bahasan tentang tuhan tiba tiba menjadi banyak di diary ku. Ini efek dari buku bukunya sejarah tuhan, cecilie dan malaikat ariel, dan sebuah film yang aku lupa judulnya. Intinya, pada bulan ini, aku sempat meragukan kehadiran Tuhan sebagai dzat yang agung. buku buku barat tersebut menganggap tuhan hanyalah sebuah kumpulan energi yang kemudian menyebar dan berubah formasi jadi berbagai bentuk, termasuk manusia. Maka, kesimpulan yang saat itu aku ambil adalah manusia itu bagian dari tuhan. Kesimpulan itu lah yang membuatku merasa sombong kepada tuhan saat itu.


Mei


Aku menyebutnya sebagai bulan anugerah. Bagaimana tidak, bulan ini aku mendapat banyak sekali nikmat dari Allah. Minggu pertama, nilai TO NF meroket. Minggu ke-2, tanpa disangka sangka keterima di Fakultas Hukum Universitas Impian melalui jalur rapot, perjuangan di MABIT NF terbayar melalui jalur yang tak sama sekali tak kuharapkan. Minggu ke tiga, ulang tahun dan dikerjain sampe nangis sama temen temen AROMA. Dan minggu ke 4, pas daftar ulang, aku bertemu dengan tita ketika daftar ulang dan masih bersahabat sampai sekarang :). Pada bulan mei ini wisuda sekolah kami diadakan. Sangat berharap dipanggil kedepan karena sebuah prestasi dan itupun terkabul. Aku dua kali dipanggil karena peringkat 2 di kelas dan peringkat 9 di angkatan untuk nilai UANnya. Ga kebayang kalo ummi nunggu capek capek wisuda tapi anaknya ga bikin beliau sedikit bangga.


Juni

Kejadian penting bulan ini cuma 1, Hape diilangin kakak dan beli BB. Terpaksa mengikuti tren pasar itu menyebalkan, tetapi anggap saja kecelakaan. Oh iya! ada lagi yang seru! MABIT RACE! acara nya itu kayak amazing race. Gue dan mabiters lainnya harus keliling jakarta ke 7 tempat dari utara ke selatan dengan budged 25 ribu per orang. Jadilah gue dan yang lainnya ngemis ngemis sama tukang angkot dan bajai untuk dapet diskon.


Juli


Ke Karimun jawa. Bertemu teman teman baru, dari berbagai universitas. yang paling berkesan itu kenalan sama anak2 selam ugm. ada beberapa yang masih kontekan sampe sekarang, alhamdulillahnya banyak ngebantu, apalagi anak fh ugm nya, waktu pas PSAF dan PMH aku nanya soal materi peer essay ama dia mulu. hehe.


Agustus

GATHERING DAY FHUI 2011!
Acara ini diprakarsai sama si amir, ainun, dityo, muthi, aku, etc etc. Super rame, estimasi yang yang dateng 15o an, tapi malah sampe hampir 300. mmm


September


Sebenernya bulan agustus september itu ga ada yang ditulis di diaryku. mungkin karena hectic psaf pmh kali ya. sama sekali ga ada tulisan.


Oktober


Keterima di paragita sebagai Alto 1. Super seneng. Bulan bulan UTS, sering banget nginep dirumah muthi, alhasil ngerti banyak soal materi ujian. Oh iya, dibulan ini aku ditolak LKMO sebagai anggota LK2 karena katanya nilai ku tidak mencukupi untuk masuk LK2. Aku protes kenapa aku diberi tugas padahal teman ku , yang bolosnya lebih banyak daripada aku , justru tidak diberi tugas. Karena kesal, aku tidak mengerjakan tugas itu. Alhasil, aku tidak lulus LK2 deh. yaa gapapa sih, mengkaji ilmu hukum tidak harus lewat LK2. Hehe


November


Bulan ini juga banyak memberi pelajaran tentang kepanitiaan dan organisasi. Bulan ini aku menjadi salah satu LO untuk acara sciencesational di fh. Selain itu, aku juga menjadi peserta dalam SKEMA ( sekolah kepemimpinan mahasiswa ) dan menjadi pj baksosnya. Kegiatan nya berupa live in di sebuah desa terpencil di Bogor. SKEMA memberiku banyak pelajaran tentang bersyukur atas pendidikan yang berhasil aku tempuh sekarang. Pengalaman menjadi Tim Sukses calon ketua BEM juga aku dapat di bulan ini. Aku menyimpulkan bahwa sebenarnya aku tidak menyukai politik. Berkecimpung kedalam dunia politik itu membuatmu bergerak tidak leluasa. Takut kehilangan massa, membuat semua gerak mu dipenuhi perhitungan dan analisis sebab akibat yang memuakkan.
Di bulan ini aku bertemu dengan seorang teman yang sudah berkecimpung dengan dunia politik sejak lama. Dia pernah bercerita tentang kegalauannya menghadapi posisi politiknya yang mengkhawatirkan. Aku hanya tertawa dalam hati. Sekaligus mengkasihani dia karena politik telah membuatnya begitu bergantung dengan manusia.
Tapi itu bukan berarti aku apatis terhadap politik, mungkin di tahun 2012 aku pun akan mulai untuk berpolitik, tapi dengan cara ku sendiri, dengan tetap menjadi diri sendiri, bukan bertindak mengikuti "selera pasar".


Desember

Sepertinya hobi breaking the rule makin menjadi jadi. Yaa intinya sih kalo sebuah aturan malah ga ada kebermanfaatannya, ngapain diturutin. oh iya, kalo di bulan ini aku banyak mendapat pengetahuan lebih tentang kekerasan di Indonesia serta sejarah umum lainnya. daan bulan ini adalah bulan UAS. bulan dimana begadang menjadi rutinitas. satu pelajaran lagi, kalo semua mahasiswa/i pada akhirnya cramming, wajar aja kalo ada yang bilang organisasi itu ga mempengaruhi nilai, toh mau yang kupu kupu kek, kura kura kek, pada akhirnya akan lebih paham sama pelajaran pas udah nge cramming.


Tahun ini secara keseluruhan membuat aku bertambah dewasa. Tetapi yang membuatku sedikit kecewa adalah jumlah buku yang aku baca sangat sedikit, tidak sampai 15 buku, hal ini yang membuatku beranggapan bahwa kurva kehidupan dari 2010 ke 2011 itu menurun. Di tahun ini pula aku mendapat banyak teman teman yang menginspirasi.
Aku senang sekali Allah mempertemukan ku dengan Tita, Muthi, Ghozi, Andi, Iqbal, Haikal, dan banyak lainnya. Setiap orang yang kusebutkan tadi memberi pelajaran tersendiri bagi ku. Tita tentang berprestasi, Muthi tentang pemikiran kritisnya, ghozi tentang kepemimpinan, Andi dan Iqbal tentang kemampuan berpolitiknya, Putri tentang kesabaran dan ketangguhannya, serta haikal tentang pengetahuan super luas nya. Khusus buat iffah, tentang kepolosannya, membuat gue merasa ada temennya ngahaha.

Sekian refleksi akhir tahun ini kubuat. semoga tahun depan, lembaran polos tersebut dapat ku isi dengan hal hal bermanfaat amin

Rabu, 23 November 2011

Mengapresiasikan mereka adalah kewajiban

“They don’t appreciate because they don’t know how was your effort – Annisa Karim “


Sea Games baru aja berakhir, selama berlangsungnya seagames, setiap hari pasti ada aja tayangan di TV yang ngeshoot atlet atlet kita yang sedang bertanding. Entah itu pertandingan sepakbola, badminton, atau angkat besi. Semua penonton heboh meneriakkan “Indonesia”. Tapi ditengah sorak sorai penonton yang ikut menyaksikan mereka bertanding , ada gue yang nonton tapi sambil mewek.

Gue mewek karena gue ngebayangin proses latihan seberat apa yang udah mereka lalui untuk sampai ketahap ini. Gue ngebayangin juga efek latihan yang seberat itu untuk fisik mereka dihari tua nanti. Kondisi tulang mereka, otot mereka, pasti bakalan buruk kedepannya. Apalagi buat cewek, latihan yang diporsir bakal banyak membawa dampak buruk buat Rahim mereka. Contoh gampang yang gue liat dengan mata kepala gue sendiri, kakak gue. Kakak gue itu atlet tennis. Waktu smp dia udah menang di batam open, tingkat nasional. Gue tau banget dia latihan kayak apa. Dan pada akhirnya, karena latihan yang terlalu berat menyebabkan dengkulnya cedera. Bukan karena jatoh atau apa, Cuma karena terlalu sering dipake lari. Lari itu suatu keharusan buat atlet. Setau gue, hampir semua cabang olahraga pasti butuh latihan fisik, dan itu biasanya minimal diisi dengan lari. Jadi kebayangkan sebenernya pasti banyak atlet yang ngerasain “pain” kayak yang dialamin kakak gue.

Menurut gue, memilih jalan untuk menjadi atlet itu bener bener sebuah pengabdian. Gue pernah di doktrin sama guru renang gue sebelum bertanding, dia bilang :


“Seletih-letihnya kamu, jangan pernah berhenti untuk terus melaju sampai tangan kamu menyentuh dinding kolam, kalo emang ternyata kamu ga kuat dan pingsan ditengah kolam, ada penjaga kok yang bakal menyelamatkan kamu. Yang penting berjuang!”


Kira kira seperti itulah doktrin yang gue terima setiap ikut pertandingan. Jadi masalah menjadi atlet itu masalah berjuang melawan rasa letih, sakit, dan bahkan rasa mau mati tiap lagi bertanding.


Oh iya, rasa mau mati mungkin menurut lo lebay, tapi gue pernah ngalamin rasa kayak gini. Waktu itu gue ngambil nilai lari buat ujian akhir di sekolah. Karena doktrin guru renang gue masih nempel di otak gue, gue lari dengan nafsunya. Waktu itu gue lari 2,4 kilometer. Untuk ukuran normal temen temen seangkatan gue, jarak segitu ditempuh dengan waktu 20-30 menit, untuk dapet nilai 100 di ijazah, waktu tempuh nya harus paling lambat 18 menit, sedangkan gue lari jarak segitu ngabisin waktu 16 menit. Alhasil gue dapet peringkat pertama cewek seangkatan. Naah pas puteran pertama sampe ke 4 gue masih kuat, tapi pas puteran ke 5 sama ke 6, disitu rasa mau mati mulai berasa. Rasanya itu kayak jantung lo tiba tiba mau meledak, perut lo mual, kepala pusing, dan tiba tiba ingat sama Allah. Haha seolah olah ajal udah didepan mata banget deh.

Balik lagi ke atlet Indonesia, ada satu cabang olahraga yang bikin gue menitikkan airmata pas nonton. Cabang itu adalah cabang angkat besi. Coba deh lo perhatiin muka atletnya pas lagi ngangkat besi, itu tuh miriiis men, miris banget. Mana yang nonton dikit pulak. Cabang lainnya, yaitu bola, kemaren juga sukses bikin gue nangis sambil guling gulingan di ruang tv, alesan pertama yaa jujur sih, gara gara kalah. Tapi alesan kedua yang bikin gue terharu tuh gue ngebayangin seberapa nyeselnya para pemaen timnas kita pas endingnya kalah, di penalty pulak.


Intinya menurut gue, kalo ada yang menganggap biasa prestasi para atlet kita itu artinya mereka belum pernah tahu seberapa berjuangnya atlet atlet kita untuk bisa ngebawa medali. Apalagi kalo sampe ada yang ngatain atlet atlet kita, itu artinya jahaaaat you know, kebangetan.


So, gue berharap, mulai sekarang, sebagai orang yang baik, kita harus mengapresiasi prestasi prestasi atlet atlet kita, karena mengapresiasi mereka akan senantiasa mendorong mereka untuk berprestasi lebih baik lagi.


Senin, 14 November 2011

Inspirasi ku

“Mereka begitu berbeda kecuali dalam cinta”

Ini cerita tentang sesosok wanita hebat yang ada dibelakang ayahku, yang dengan setia menemani setiap langkahnya, mengistiqomahkan hatinya, menjalankan amanah darinya dan menjadi pelindung anak anaknya. Beliaulah Ibu ku. Selama ini, beliau memang jarang menghiasi tulisan tulisan dalam blog ku, atau dalam essai essai ku, namun itu bukan karena ibu ku tidak memberi pengaruh bagi hidup ku, justru beliau lah pembentuk segala karakter, bakat, dan kepribadian dalam diriku. Peranan beliau terlalu banyak, sehingga menyulitkanku ketika ingin menceritakannya dalam rangkaian kata kata.

Umi, begitu aku biasa memanggilnya, adalah ibu yang selalu mengajarkanku tentang nilai nilai kehidupan, seperti bagaimana cara mengahargai orang, bagaimana cara menjadi orang yang menyenangkan, cara meredam emosi, dan cara berhubungan dengan Tuhan. Umiku orang yang paliiing mengerti aku. Beliau tau bakatku dimana, makanan kesukaanku apa, sifat buruk ku apa, dan lain lain. Beliau lah yang memasukkan aku ke klub tennis, klub renang, klub basket, les vokal, dan berbagai les les softskill lainnya. Namun ada satu hal yang sangat tabu untuk jadi bahan perbincangan kami, masalah pria yang aku sukai. Untuk masalah ini , umi seolah menutup telinga.

Aku pernah menceritakan tentang seorang pria yang aku suka pada saat wisuda SMA. Umi ku langsung bilang “ dia jelek , mia ga boleh genit genit”. Sejak saat itu aku tak mau ambil risiko dengan mengambil topik ini sebagai bahan pembicaraan. Topik ini lebih cocok aku perbincangkan dengan Abah.

Kisah cinta mereka menginspirasi diriku hingga kini. Umi bertemu Abah pada masa kuliah. Mereka tergabung dalam sebuah perkumpulan Bani Alawiyyin di Universitas Lampung. Umi pada saat itu adalah seorang mahasiswi Fakultas ekonomi sedangkan Abah mahasiswa Fakultas hukum. Saat itu Abah menjabat sebagai ketua sedangkan umi sebagai bendahara. Umi sangat membenci abah karena abah termasuk orang yang aktif dikampus, sedangkan umi adalah gadis biasa yang lebih sering memilih untuk berlajar atau bersenang senang dengan teman temannya dan cenderung apatis dalam menyikapi perubahan perubahan sosial yang pada masa itu kerap kali terjadi. Umi menganggap Abah adalah pria yang terlalu vokal, terlalu idealis ( sampai saat ini aku tak mengerti kenapa malah hal itu yang dibenci umi ) . Padahal menurutku, justru Abahku yang seperti itu adalah idaman para wanita. Jujur aku pun mengharapkan suami yang “minimal” seperti Abahku.

Perbedaan diantara mereka tidak terbatas pada karakter dan sifat dalam diri mereka, tetapi juga pada lapisan sosial mereka. Abah ku adalah mahasiswa yang sungguh mengenaskan kondisi keuangannya. Beliau tinggal di ujung peta provinsi lampung, pada sebuah pantai yang sampai sekarang pun tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Ayah dari Abah ku adalah seorang PNS yang bertugas mengurusi urusan administrasi kampung tersebut. Oleh karena jabatan kakekku lah ayah ku jadi pintar. Mengapa ? Karena rumah Abah menjadi perpustakaan bagi buku buku untuk daerah tersebut. Abahku telah mengenal sastra sejak kecil, dan sejak saat itu pula beliau mencintai buku.

Berkebalikan dengan umiku yang keluarganya dianggap sebagai keluarga terpandang di Lampung. Keluarga Umiku terpandang karena faktor ekonomi , bukan karena keintelektualan seperti keluaga ayahku. Rumah umiku berada tepat diseberang pasar yang merupakan pusat kota pada masa itu. Umiku merupakan anak dari pengusaha ternama dikota tersebut. Kata Adik dari Abahku, setiap orang kenal siapa kakek ku. Oleh karena itu pernikahan –antar kelas– mereka sempat menjadi perbincangan yang hangat bagi beberapa warga disana.

Abah ku mencintai umi karena kesederhanaan dan kerendahhatiannya. Sedangkan umi mencintai Abah karena Abah memberikan cintanya kepada Umi. Hubungan penjajakan mereka tidak berlangsung lama seperti orang orang pada saat ini sering lakukan. Mereka bertaaruf selama tiga bulan kemudian menikah.

Tapi diantara berbagai perbedaan tersebut banyak juga kesamaannya, seperti keduanya tidak materialistis, menyukai tantangan alam, olahraga, seni dan senang “berbeda” dengan orang lain. Hal ini sepenuhnya menurun kedalam diriku. Yang aku harapkan menurun pula kedalam diriku adalah kisah percintaan mereka. Kisah cinta mereka selalu jadi motivasi terkuatku untuk tidak pernah mencicipi pacaran atau hts an yang kata orang adalah masa paling indah saat remaja. Meskipun aku sangat menyadari, orang sepertiku rentan sekali terjerumus ke hal yang mendekati zina tersebut. Ketika memasuki dunia pernikahan kelak , aku pun berharap dapat menjadi ibu dan isteri seperti ibuku, yang mengayomni dan melayani keluarga dengan sangat professional.

Senin, 24 Oktober 2011

mahasiswa korup

Hari ini hari pertama gue nyicipin yang namanya ulangan tengah semester di Fakultas Hukum tercintah. Materinya? banyak emang, bab 1 sampe bab 8 Ilmu Negara. Langsung aja deh ke inti cerita.

Jadi di pikiran gue, yang namanya anak "UIgituloh" ga bakal ada yang nyontek. tapi ternyata gue salah besar, kenyataan sangat jauh dari harapan. Orang kiri kanan gue dengan gampangnya tukeran kertas, diskusi, dan bahkan katanya ada yang OPENBOOK!

mmm jujur gue miris ngeliat hal ini. Kata orang, Hukum UI adalah fakultas hukum terbaik di Indonesia. tapi ternyata isinya? cuma sedikit orang yang idealis buat GA melakukan kecurangan yang katanya bagian dari korupsi --> mencontek.
yang lebih gue sedihin adalah sikap dosennya yang ngajarin boleh nyontek, asal jangan ketahuan.
kalo dipikir ulang, kita bisa menyimpulkan kalo pak dosennya mengajarkan mahasiswanya untuk boleh korupsi, asal jangan ketahuan. Mirip kan?

Wajar sih kalo mahasiswa sekarang ga sekeren dulu. kebayang ga? gimana mahasiswa mau demo masalah korupsi di DPR kalo ternyata merekanya sendiri udah menunjukkan potensi potensi buat jadi koruptor kedepannya?

Hayolah, kita berantas dulu budaya korupsi mulai dari diri kita sendiri, kemudian melebar ke temen temen deket kita, lalu ke temen sekelas, lalu ke fakultas, universitas, dan akhirnya ke seluruh Indonesia. Percayalah, hidup kita akan lebih indah kalo tanpa budaya kotor seperti ini. :)

Kamis, 20 Oktober 2011

Gabut Magabut?

Hmmm sebenernya udah lama pengen ngomongin ini di blog, tapi yaa namanya juga manusia, kadang hanya niat aja yang gede. Nah, kali ini gue bakal ngebahas gabut dalam konteks organisasi atau kepanitiaan. Mungkin sebagian orang mengartikan gabut adalah tidak melakukan apa apa tapi dalam struktur nama dia ada. Tapi gue punya pandangan sendiri tentang gabut. Menurut gue, gabut itu bisa terjadi karena 3 hal, yaitu :

1. Karena ada si "single fighter"
Semua kerjaan dia yang handle. Yang kasian si patner kerjanya si single fighter, mau kerja, tapi semuanya udah kelar, yaudee ibarat kate lowongan kerja abis, jadi pengangguran deh.
2. Karena sistem
Maksudnya apa? maksudnya adalah karena struktur organisasi dan pembagian kerja dari suatu kepanitiaan itu bertendensi untuk menggabutkan seseorang. contoh kasusnya gimana? Mungkin ada kaitannya sama teori ekonomi "the law of deminishing return", kalo jumlah organ dalam kepanitian terus bertambah, lama kelamaan hasil kerjaan ga efektif lagi, pelaku yang bekerja tidak efektif inilah yang biasa disebut gabut.

3. Karena emang udah ga ada komitmen
Nah kalo ini emang salah si orangnya itu sendiri. Sebagai orang yang baik harusnya kalo ngeliat hal beginian, langsung ambil tindakan. bukan dengan memusuhi atau membiarkan, tapi terus diajakin, bangun kembali komitmen yang pernah ada dalam dirinya.

Menurut gue, gabut sejati adalah orang yang tidak melakukan jobdesknya, bukan orang yang ga ngapa ngapain. Kalo emang jobdesk ga jelas kenapa harus dibilang gabut? Kata kata yang pantes bukan gabut, tapi tidak inisiatif. bedakan itu , oke!

Sabtu, 20 Agustus 2011

Syair Perempuan ( written by my beloved sister, Luluq Baraqbah)

Dulu, waktu usiaku masih muda belia,

yaa kira kira usia 8, 9 tahun..

yah belum lulus sekolah dasar, Abah, panggilanku untuk ayahnda tercinta..

memperdengarkan padaku sebuah lagu yang lirik sangaat menyentuh..

ada getaran yang melambungkan harkat diri ini yang terlahir sebagai seorang permpuan..


dari sebuah kaset hitam kecil,

abah memutarkan lagu ini ..a

ku, kakak, daadik2,bahkan anak tetangga bernama Wodang ikut mendengarkan lagu ini..



aku ingaat sekali..

waktu itu kami semua berada diruang makan

aku dan adikk2ku duduk diatas kursi coklat tua, dan abah duduk di kursi meja makan sambil memeluk ummi.


lagu di perdengarkan

kami ambil sikap konsentrasi

pertama intro dulu

lambat laun..

suara rita effendy sang pelantun mulai menggetarkan ruang makan rumah sederhana kami kala itu..



begini liriknya


Lihatlah ke dalam mata perempuan,

pancaran damai..penyejuk jiwa..


berbaringlah di pelukan pelukan perempuan..

hanyut semua lara duniaa...


hati perempuan menyimpan kasih sayang..

tak sebatas waktu tak kenal usia..


kesabaran perempuan seluas samudera.

ada kelembutan dalam ketegaran perempuan..

ada kelembutan dalam ketegaran..


jiwa perempuan menara kesetiaan..

teman dalam suka,

kawan dalam duka..


hargailah pperempuan sebagaimana kau menghargai dirimu..

cintailah perempuan sebagaimana kau mencintai kehidupan..


begitulah penggalan liriknya..

syair yang sangat membekas dihati, tak hanya membahana di kamar mandi ketika anak anaknya ma

ndi,,


Abahku sangat pandai memilihkan lagu lagu mana yang harus kami dengar..

Abahku sangat jeli mencari buku buku mana yang patut kami baca, mana yang hanya menghabiskan waktu percuma.

Abahku akan mengahabiskan waktu berjam jam di toko kaset video untuk menanyakan konten film yang akan dibelinya untuk kami, membaca review di tiap kemasannya.


Jika masih sanksi dengan konten filmnya, abahku akan menontonnya sebelum kami menontonnya. memastikan apakah ada adegan kekerasan atau percintaan murahan di dalamnya atau nilai nilai yang tak mau abah tanamakan pada kami.


Jika tak sesuai dengan kriteria tontonan yang membangun versi abah, Abah akan bilang " Yang ini jangan di tonton ya nak.."


Ya..abahku akan lebih senang menemani kami nonton wayang dan layar tancep dibanding menghabiskan waktu di mall.

Abahku tidak pernah melarang sembarangan. Abahku selalu memberi pilihan. sebuah pilihan yang argumentatif, namun sedikit memaksa. ya tak apa, disitulah letak otoritas seorang Abah.


Bagi kami di Rumah, Abah adalah Lembaga Sensor dengan kedaulatan tertinggi. dan Ummi adalah penengah yang arif lagi bijaksana.



Sekarang, meski abah jauh bertugas jauh disana, tiap ajaran dari abah, begitu menjejak di hati kami.. sekarng, lambat laun, kami mulai bisa menjadi lembaga sensor bagi diri kami sendiri..meski abah adalah tetap penasehat terhandal tak ada lawan.


Kata abah, karena kita adalah perempuan,bersiaplah menjadi pemilah yang baik, persiapkan denga seksama masa depan. karena hidup itu tidak mudah. dan mejadi perempuan adalah sebuah anugerah,,


Seiring umur bertambah. aku berpikir...Ah betapa beruntungnya Ummi..mendapat suami seperti aAbah.

Betapa beruntungnya Abah mendapat istri seperti Ummi..


Ya Allah, di bulan Ramadhan ini, limpahkanlah rahmat dan kasihmu buat Abah kami tercinta yang sedang bertugas di tempat yang jauh disana



Aku akui, ini adalah pernyataan yang sangat subjektif.

terlalu memihak.


Kau, teman temanku, pasti juga akan menuliskan hal yang baik baik tentang orangtuamu.

ya..mengapa harus malu...tulislah..lalu bacakan tulisanmu di depan mereka..

puji pujilah orangtuamu ...



jadikan tulisanmu sebagai gula gula manis pelengkap berbuka puasa :)

Minggu, 17 Juli 2011

Hello Semaraaaang!!

Gue mau cerita tentang trip pertama gue menuju alam liar, #lebay. Trip pertama gue itu ke karimun jawa. Naah, cara ke karimun jawa itu kita harus ke semarang dulu, abis dari semarang kita ke terboyo buat naek bus ke jepara. Dari jepara, naek kapal 6 jam nyampee deh karimun jawa. Konon katanya, kalo udah nyoba untuk ngebackpack, maka lo akan ketagihan, backpack adalah candu. Dan sepertinya itu benar teman teman.

Gue tulen orang sumatera, bener bener ga pernah ke jawa. eh pernah deng, ke jogja, itu pun karena study tour nya SMA 14. Selain itu? Nope. Gue sangat suka mendengar kemedokan orang jawa ngomong. Orang orangnya juga item manis haha

Perjalanan ini sungguh membawa kebahagian, meskipun awalnya agak pahit gimana gitu. Bayangkan, dipikiran gue, gue bakal pergi ber13, tapi kenyataannya, sisa 5 orang. Tiga orang gugur karena pas SNMPTN ga diterima, 2 orang ga diijinin ortu, 1 orang tiba tiba mau ke bromo, 1 lagi "temennya" si bromo ga jadi ikut karena si bromo mau ke bromo. Yang paling bikin shocked itu temen sma gue, si faris, h-1 berangkat ngabarin kalo doi harus operasi pas tanggal kereta berangkat. Jadilah gue tinggal ber 5. Lima orang itu terdiri dari gue, Kak Luluq (kakak gue), Kak Andra, Jehan, dan kak Yayan. Kasian kakak gue, jadi tumbal atas batalnya temen temen gue yang ngebatalin berangkat. haha

Gue and the genk naek kereta ekonomi, naek matarmaja, berangkat dari stasiun senen jam 14.00. Harga tiketnya kalo ga salah 40.000. Disana kami maen gambar lipet gambar lipet ( gue ga tau nama gamenya apa), cekakak cekikik, kenalan ama kakek sebelah yang ternyata seorang dosen sastra. Si kakek cerita kalo doi temennya sudjiwo tedjo. huwoo, langsung deh di introgasi ama tim gue.

Jam 11.00 malem tim gue nyampe Semarang. Disana galau galau mau tidur dimana, akhirnya jam 2 memutuskan buat tidur di stasiun aja. Subhanallah banget menurut gue, kalo emak gue tau kelakuan anaknya tidur di stasiun, pasti disuruh pulang deh gue.

Pas di stasiun, kak luluq sangatlah bawel, dia bilang wc nya bau lah, banyak nyamuk lah, ga bisa tidur lah. haha padahal gara gara kak luluq tidur, gue jadi ga tidur karna ga ada tempat. Berhubung gue ga tidur, gue jadi kelayapan di stasiun, gue ngajak ngobrol abang abang yang jualan, doi cerita semangat banget tentang wali wali an, cerita doi menginspirasi gue buat mengunjungi mesjid kudus dan demak. Akhirnya gue obrolin rencana ini dan tim gue semuanya setuju buat solat jumat disana.

Subuh pun berlalu, tim gue langsung menuju ke mesjid agung semarang yang ada di simpang lima. disana gue mandi dengan puasnya. Disana gue makan juga, muraaaaahnyooo.

Abis itu caps ke kudus. Dari simpang lima tim gue naek taksi ke terboyo, 3o ribu. Abis nyampe terboyo naek bus ke kudus. Lupa buat ke Demak, demak pun lewat. Di kudus, gue udah kayak turis. Disana orangnya muslimah semua, heran ngeliat kakak gue dan gue yang bawa tas udah kayak mau perang. Alhasil karena terlihat seperti artis, no hape gue pun dimintain. Gue sok bisa ngomong jawa, padahal mbak mbaknya ga ngerti apa yang gue omongin. Di mesjid kudus gue ama kakak gue tidur udah kayak mayat. Jam 4 akhirnya bangun terus caps lagi ke Jepara.

OOOOHH JEPARAAA. Kota ibu kita

Gue naek bus full musik, aseli itu musiknya dangdut mesum gitu. gue mau tidur udah ga ngantuk pulak, akhirnya gue bengong ngeliatin sawah dikiri kanan. Itu budgetnya 15 ribu perorang, tapi udah di anterin ampe hotelnya.

Hotel yang gue inepin itu udah terkenal dikalangan backpacker, nama hotelnya Hotel Segoro. murah euuuy, kisaran harga 95-120. Pokoknya disana gue udah nyenyak deh tidurnya, makanan juga enak. Katanya sih ada yang lebih murah, 50 ribuan, nah sialnya gue ga dapetin no telpunnya. Naaah sekian dulu cerita di daratnyaa, cerita yang dilaut nya besok yaa ceman ceman, udah jam 1 pagi ternyata.





Sabtu, 25 Juni 2011

AkhirnyaFHUI 2011

Udah lama gue ga buka blog ini. sampe terlihat sangat karatan seperti ini. Tanpa sengaja gue ngebaca kembali tulisan gue di ''tentang saya''. Alhamdulillah, ga henti hentinya gue bersyukur kehadirat Allah SWT. Akhirnya gue diijinkan untuk mencari ilmu di tempat yang telah lama gue impi impikan, FHUI. Mudah mudahan disana gue mendapat ilmu yang berkah, dan menjadi semakin dekat dengan cita cita gue. semoga juga dengan adanya gue di dunia hukum Indonesia, gue bisa berbuat banyak untuk melakukan reformasi.
Indonesiaaa wait mee yaaaa!! :D :D

Selasa, 31 Mei 2011

film perang china atau eropa?

Sejak masang kabelfision di rumah, gue jadi suka sama film china di celestial movies. Awalnya sih sekedar nontonin film kungfu nya, tapi lama kelamaan, gue jadi suka juga sama film perangnya. Film perang pertama yang gue tonton menceritakan tentang three kingdom. Three kingdom disini adalah tiga kerajaan yang saling berperang melakukan ekspansi wilayah setelah dinasti Han runtuh. Banyak versi dari film ini, ada Redcliff 1 dan 2, ada resurrection of the dragon, dan yang paling baru : the lost bladesman. Sebelum gue ceritaain tentang itu film satu satu di posting selanjutnya, gue pengen cerita alesan gue suka film perang china daripada eropa.

Alasan pertama :
1. Perang di China adalah perang yang sportif. Ga ada unsur nafsu membunuh seperti film perang Yunani yang gue tonton di 300 dan helen of Troy. Di film eropa dalam perang sering berbuat licik, contohnya, ketika kakaknya Paris (gue lupa namanya) lagi ga siap untuk berduel, malah di tombak duluan sama raja dari sparta nya (yang botak, hehe). Perang di China adalah perang strategi. Siapa yang bisa meramal alam, dia yang akan menguasai permainan.

2. Mereka menggunakan kuda dan pedang! Yang satu ini bener bener ga nahan kerennya. Permainan pedang aktor China GA ZAMPAH, bener bener keliatan kalo mereka serius latihan buat nguasain itu. Kalo film Eropa adegan ciyat ciyat nya dikiiiit banget, hampir ga ada. Mereka lebih sering pake panah atau apapun yang dari jarak jauh, ga men - to - men kayak film China.

3. Penilaian mereka tentang wanita.
Jika dibandingkan dengan film perang Yunani? Jauuuuh sekali! Wanita di Asia benar benar dianggap bermartabat. Busana mereka pun sangat diperhatikan. Tidak seperti wanita Yunani saat itu yang hanya mengenakan pakaian seadanya lalu diikat dipundak. Busana wanita Asia tak jauh berbeda dengan busana yang dikenakan bangsawan bangsawan Inggris.

Selasa, 11 Januari 2011

Baran, untold love story


Baran
Directed byMajid Majidi
Produced byMajid Majidi
Fouad Nahas
Written byMajid Majidi
StarringHossein Abedini
Zahra Bahrami
Mohammad Amir Naji
Abbas Rahimi

Gholam Ali Bakhshi
Music byAhmad Pejman
Distributed byMiramax Films
Release date(s)January 31, 2001
Running time94 minutes





I want to tell you about one of my favourite movies. The title is “Baran”. Before we talked about the story, we should know about the real condition in Afganistan. Afganistan is a country with conflicts inside. It makes much of the society evacuate their family to the neighbor country, Iran. In hoping that they could get money and save their family.
The setting is in Iran, in a building project. Some of the workers are Iranian, but the other are illegal immigrans from afganistan. The owner of this project is Iranian.
Lateef and Baran meet in that building project. Because the rule in Iran doesn't allow a girl to work, Baran disguise as dumb male, using type of cap in her head, so, no one knows that she is a girl. Her fake name is Rahmat. Lateef hates that Rahmat works in same factory with him because Rahmat confiscated his occupation as the tea maker. Lateef always showing bad attitude and treats Rahmat cruelly. Rahmat works with underpressure feeling.
The situation is change 180o when Lateef know that Baran is woman, not dumb male. He know it when he walks to kitchen of contruction to take something. He hears a hummed song , girl voice. Then he spies , looks inside. He is amazed when he sees Baran graze her long hair. The camera shoot it with slowmotion. After her secret uncovered, Lateef’s heart softens to Rahmat and he shows his new affection by doing what he can to ease the hardships she suffers at works. Lateef always help her when she moved something heavy. Baran fill strange with Lateef. And as the normal woman, she quietly fall in love with Lateef.
In the end of this movie, Baran move back to Afganistan to lived with her uncle because her father died yesterday. Lateef fill so sad and regret. When he heard about this news, he quickly run to baran’s house. Baran wear girly simply dress. She's almost ready to go. They see each other for a second. With untold love story between them.
I love this movie very much because this movie give me something different with the other romantic movie. This movie teach me to be a hardwoker like Baran. She take the highrisk work to fulfill the needed of money for her family. Enjoy it guys!